Bawuk dan Pintu Rumah Jawa

Jika engkau cermat mengamati, pintu rumah Jawa kuno sering kali didesain untuk melambangkan bawuk (yoni, vagina). Pinggiran pintunya, yang diukir sedemikian rupa, dimaksudkan sebagai lambe ageng & lambe alit (labium mayora dan labium minora) dari sebuah bawuk. Ukiran yg mbendul di tengah-atas adalah perlambang (klitoris, kelentit). Ruang di dalam rumah adalah gua garba (rahim) sang ibu. Ajaran Jawa penuh perlambang. Memasuki rumah bagi orang Jawa adalah memasuki asal-usul, gua garba ibu, tempat engkau berasal, bertapa, mengheningkan cipta, bermeditasi di dalamn
ya. Engkau sendiri, sang manusia, baik lelaki maupun wanita, adalah lambang dari lingga, sang ego. Ketika engkau memasuki rumahmu, itu ibarat lingga memasuki bawuk. Diharapkan ketika engkau keluar dari rumah, engkau menjadi sesuci dan selugu bayi yg baru dilahirkan dari gua garba ibu melalui bawuk.

Inilah ajaran Jawa purba, filsafat abadi tentang lingga-yoni. Tanpa bawuk engkau tidak akan muncul di dunia ini. Ibumu adlh rumahmu, rumahmu adalah ibumu. Baiti jannati (rumahku surgaku)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini